Dalam sebuah game online, dua lokasi sebenarnya bisa berada cukup dekat. Namun, perjalanan menuju tempat tersebut terkadang terasa panjang. Pemain harus melewati jalan berkelok, bukit, jembatan, hutan, atau berbagai rintangan sebelum mencapai tujuan.
Hal tersebut bukan selalu karena ukuran map sangat besar. Developer dapat menggunakan berbagai teknik desain level untuk memengaruhi cara pemain merasakan jarak.
Dengan mengatur bentuk jalan, kecepatan karakter, pandangan, hingga aktivitas selama perjalanan, sebuah jalur pendek dapat memberikan kesan perjalanan yang jauh.
Jalan Tidak Selalu Dibuat Lurus
Jalan lurus membuat pemain mudah rajazeus melihat tujuan dan memperkirakan jaraknya.
Karena itu, developer sering membuat jalur berbelok.
Pemain mungkin harus mengitari bukit, melewati sungai, kemudian mengikuti jalan yang berputar sebelum mencapai bangunan tujuan.
Jika dilihat dari atas, jarak antara titik awal dan tujuan mungkin tidak terlalu jauh. Namun, rute yang harus ditempuh menjadi lebih panjang.
Teknik ini membuat perjalanan dalam game terasa lebih nyata tanpa harus memperbesar seluruh map.
Tujuan Tidak Langsung Terlihat
Pandangan pemain juga memengaruhi persepsi jarak.
Developer dapat menggunakan pepohonan, gedung, gunung, tebing, atau kabut untuk menyembunyikan tujuan.
Misalnya, pemain mengetahui bahwa sebuah desa berada di balik pegunungan. Namun, mereka tidak dapat melihat desa tersebut dari posisi awal.
Pemain harus terus bergerak hingga akhirnya melihat bangunan pertama.
Ketika tujuan tidak langsung terlihat, pemain lebih sulit memperkirakan seberapa dekat mereka dengan lokasi tersebut.
Perubahan Ketinggian Memperpanjang Perjalanan
Jalur tidak hanya bergerak ke depan.
Pemain dapat naik dan turun selama perjalanan.
Developer dapat membuat karakter menaiki bukit, turun menuju lembah, kemudian kembali mendaki menuju tujuan.
Perubahan ketinggian membuat perjalanan terasa lebih panjang dibandingkan berjalan pada permukaan datar.
Selain itu, medan seperti ini memberikan variasi visual sehingga perjalanan tidak hanya berupa jalan panjang yang sama.
Kecepatan Karakter Sangat Berpengaruh
Cara karakter bergerak juga menentukan bagaimana pemain merasakan jarak.
Berjalan kaki tentu membutuhkan waktu lebih lama daripada menggunakan kendaraan.
Developer dapat mengatur kecepatan karakter berdasarkan ukuran dunia yang mereka buat.
Pada awal permainan, pemain mungkin hanya dapat berjalan atau berlari. Setelah menjelajahi dunia cukup lama, game baru memberikan kendaraan atau kemampuan perjalanan cepat.
Dengan cara tersebut, perjalanan pertama terasa jauh, sedangkan perjalanan berikutnya menjadi lebih praktis.
Lingkungan Bisa Berubah Sepanjang Jalan
Perubahan suasana memberikan kesan bahwa pemain telah menempuh jarak yang cukup jauh.
Pemain dapat memulai perjalanan dari kota, kemudian memasuki hutan. Setelah itu, mereka melewati sungai sebelum akhirnya mencapai daerah pegunungan.
Setiap wilayah dapat memiliki tanaman, bangunan, cuaca, warna, dan suara yang berbeda.
Walaupun perubahan tersebut terjadi dalam area yang relatif dekat, pemain merasa sudah berpindah dari satu wilayah menuju wilayah lain.
Gangguan Kecil Membuat Perjalanan Terasa Panjang
Pemain jarang hanya berjalan dari awal sampai tujuan.
Game dapat menambahkan berbagai kejadian di sepanjang perjalanan.
Pemain mungkin bertemu musuh, menemukan peti, berbicara dengan NPC, melihat jalan rahasia, atau berhenti untuk mengambil item.
Setiap aktivitas menambah waktu perjalanan.
Akibatnya, pemain dapat merasa telah melakukan perjalanan jauh meskipun jarak sebenarnya tidak terlalu besar.
Landmark Membantu Menunjukkan Perubahan Jarak
Developer sering menggunakan landmark untuk memberikan gambaran mengenai tujuan.
Misalnya, pemain dapat melihat menara tinggi dari kejauhan.
Pada awal perjalanan, menara terlihat kecil. Setelah pemain berjalan beberapa menit, bentuknya mulai terlihat lebih jelas dan ukurannya semakin besar.
Perubahan tersebut memberikan tanda bahwa pemain semakin dekat.
Namun, developer juga dapat membuat jalur menuju landmark berputar sehingga pemain tetap membutuhkan waktu untuk mencapainya.
Jembatan dan Terowongan Memberikan Efek Transisi
Area penghubung juga dapat membuat dua tempat terasa lebih jauh.
Pemain mungkin harus melewati jembatan panjang sebelum memasuki kota lain. Dalam situasi berbeda, mereka harus melewati terowongan sebelum menemukan wilayah baru.
Area seperti ini memberikan pemisah yang jelas.
Ketika pemain keluar dari terowongan dan melihat lingkungan berbeda, mereka merasa telah meninggalkan wilayah sebelumnya.
Teknik sederhana tersebut membantu menciptakan kesan jarak dalam game.
Suara Bisa Menandakan Perjalanan
Audio juga dapat membantu menunjukkan perubahan lokasi.
Suara kota perlahan menghilang ketika pemain bergerak menuju hutan. Kemudian suara angin, burung, atau air mulai terdengar.
Semakin jauh pemain bergerak, suasana audio ikut berubah.
Developer dapat menggunakan perubahan suara secara perlahan sehingga pemain merasakan perpindahan lingkungan tanpa membutuhkan penjelasan.
Jalan Sempit Bisa Memperlambat Pemain
Tidak semua jalur memungkinkan pemain bergerak dengan kecepatan penuh.
Developer dapat membuat bagian tertentu menjadi sempit, berbatu, berlumpur, atau dipenuhi rintangan.
Pemain kemudian harus memperlambat gerakan atau memilih jalan dengan hati-hati.
Walaupun bagian tersebut pendek, waktu yang diperlukan untuk melewatinya menjadi lebih lama.
Hal ini membuat perjalanan terasa memiliki jarak dan tantangan.
Jalan Memutar Juga Membantu Eksplorasi
Jalan panjang tidak hanya berfungsi memperlambat pemain.
Developer dapat menggunakannya untuk memperkenalkan lingkungan.
Selama perjalanan, pemain dapat menemukan lokasi baru, mengenali bentuk map, melihat tempat yang akan dikunjungi nanti, atau menemukan jalur alternatif.
Dengan begitu, perjalanan menjadi bagian dari pengalaman bermain, bukan sekadar waktu yang harus dilewati.
Developer yang merancang jalur dengan baik dapat membuat pemain tetap menemukan sesuatu sepanjang perjalanan.
Fast Travel Mengubah Persepsi Jarak
Setelah pemain beberapa kali mengunjungi sebuah tempat, perjalanan panjang dapat mulai terasa berulang.
Karena itu, beberapa game menyediakan fast travel.
Menariknya, fitur ini sering baru terbuka setelah pemain mengunjungi lokasi secara langsung.
Cara tersebut memberikan kesempatan kepada pemain untuk merasakan jarak sebenarnya terlebih dahulu.
Setelah pemain memahami hubungan antarwilayah, game memberikan cara yang lebih cepat untuk kembali.
Penutup
Game membuat jalan terasa jauh melalui kombinasi desain jalur, kecepatan karakter, perubahan ketinggian, lingkungan, landmark, dan berbagai aktivitas di sepanjang perjalanan.
Developer juga dapat menyembunyikan tujuan di balik bukit atau bangunan sehingga pemain tidak mengetahui jarak yang tersisa. Selain itu, perubahan suara dan suasana membantu memberikan kesan bahwa karakter sudah meninggalkan wilayah sebelumnya.
Karena itu, developer tidak selalu membutuhkan map berukuran sangat besar. Dengan desain perjalanan dalam game yang tepat, jarak yang sebenarnya cukup dekat dapat terasa seperti perjalanan panjang sekaligus tetap memberikan pengalaman eksplorasi yang menarik.
Baca lainnya : Mengenal Fitur Gaming Mode pada Smartphone Modern
